Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik ke sekitar $66,20 per barel pada hari Rabu, bangkit kembali setelah dua sesi penurunan berturut-turut, seiring investor menimbang risiko pasokan menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Wakil menteri luar negeri Iran pada hari Selasa mengatakan bahwa negara tersebut akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk mencapai kesepakatan dengan Washington terkait program nuklirnya. Pernyataannya muncul setelah pernyataan Presiden Trump pada hari Senin yang menyatakan preferensi untuk sebuah kesepakatan, sambil sekaligus memperingatkan akan adanya konsekuensi serius jika negosiasi gagal.
Pasar memantau dengan cermat Selat Hormuz, titik choke vital bagi pengiriman minyak global, di mana setiap eskalasi dapat mengancam arus pasokan. Pada saat yang sama, pelaku pasar juga menilai potensi dampak terhadap permintaan minyak dari langkah-langkah perdagangan baru AS, setelah tarif global 10% yang diberlakukan Trump mulai berlaku pada hari Selasa, dengan pemerintah berupaya menaikkan tarif tersebut menjadi 15%.