Harga perak bertahan di atas $89 per ounce pada hari Kamis, diperdagangkan mendekati level tertinggi satu bulan seiring ketidakpastian terkait tarif AS dan berlanjutnya ketegangan geopolitik yang memperkuat permintaan terhadap aset-aset safe-haven. Dukungan tambahan datang dari pelemahan dolar AS, yang tertekan oleh ketidakpastian kebijakan di Washington sehingga merusak kepercayaan investor terhadap mata uang cadangan tersebut. Pada hari Rabu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer memberi isyarat bahwa tarif untuk negara-negara tertentu bisa dinaikkan menjadi 15% atau lebih tinggi dari tarif 10% yang baru saja diberlakukan, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Dalam pidato State of the Union, Presiden Donald Trump hanya menyampaikan pernyataan yang kalem mengenai tarif, namun mengindikasikan tidak ada rencana untuk mengubah arah kebijakan meski Mahkamah Agung telah membatalkan langkah tarif resiprokal luas yang ia ajukan. Faktor geopolitik juga membebani sentimen, dengan investor tetap berhati-hati menjelang putaran terbaru pembicaraan nuklir AS–Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa hari ini.