Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun mendekati 4,03% pada hari Kamis, level terendah dalam tiga bulan, seiring tingginya permintaan investor terhadap instrumen utang pemerintah AS yang dianggap aman dan adanya preferensi terhadap surat utang bertenor lebih panjang. Pasar global beralih ke Treasuries di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan terkait kebijakan ekonomi AS setelah Presiden Trump mengancam akan memberlakukan tarif 15% berdasarkan Section 122 balance-of-payments economic emergency, meskipun pada akhirnya disepakati tarif yang lebih rendah, yakni 10%.
Meningkatnya kekhawatiran geopolitik juga mendukung kinerja obligasi pemerintah, dengan aliran dana ke aset safe haven yang kian menguat ketika delegasi AS memulai pembicaraan nuklir dengan Teheran. Imbal hasil tenor 10 tahun turun meskipun inflasi masih sulit dikendalikan dan pasar tenaga kerja tetap kuat, sehingga pelaku pasar suku bunga menunda proyeksi mereka untuk pemangkasan suku bunga pertama The Federal Reserve pada siklus ini hingga bulan Juli.
Namun, Treasuries berjatuh tempo lebih pendek berkinerja lebih lemah, karena pasokan Treasury bills terus meningkat meskipun The Federal Reserve tetap melakukan pembelian surat berharga jangka pendek untuk menjaga kecukupan cadangan perbankan.