Data terbaru dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat menunjukkan bahwa spekulasi di pasar gas alam terus bergerak ke arah bearish. Posisi bersih spekulatif (speculative net positions) untuk kontrak gas alam turun lebih dalam, dari -185,8 ribu menjadi -198,5 ribu kontrak, berdasarkan pembaruan data per 27 Februari 2026.
Penurunan posisi neto ke level -198,5 ribu mengindikasikan peningkatan minat pelaku pasar untuk mengambil posisi jual (short) dibandingkan posisi beli (long) pada gas alam. Perubahan ini dapat mencerminkan ekspektasi pelaku pasar terhadap tekanan harga ke depan, baik karena faktor fundamental seperti proyeksi permintaan, persediaan, maupun dinamika kebijakan energi di Amerika Serikat.
Bagi pelaku pasar keuangan dan komoditas, pergeseran posisi spekulatif ini menjadi sinyal penting mengenai sentimen risiko di pasar gas alam. Tren peningkatan posisi short dapat memengaruhi volatilitas harga kontrak berjangka gas alam dan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam pengambilan keputusan investasi maupun strategi lindung nilai (hedging).