Dolar Kanada melemah ke 1,37 per dolar AS, menyentuh level terendah satu bulan karena meningkatnya risiko geopolitik dan melambatnya perekonomian domestik mendorong investor kembali ke instrumen aman berupa greenback. Pelemahan ini terjadi meskipun harga minyak melonjak 8% setelah penutupan Selat Hormuz, sebuah perkembangan yang biasanya akan mendukung Loonie yang terikat dengan komoditas minyak. Namun, daya tarik dolar AS sebagai aset safe haven mendominasi pasar valuta asing global.
Tekanan domestik kian menguat setelah data kuartal keempat mengonfirmasi kontraksi 0,6% pada PDB Kanada, menandai fase pertumbuhan terlambat sejak 2020. Meskipun PMI manufaktur bulan Februari naik ke level tertinggi dalam 13 bulan di 51, yang menandakan kembalinya ekspansi, kenaikan ini tertutupi oleh kekhawatiran yang meningkat bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu sekitar 20% pengiriman minyak global dan membangkitkan kembali tekanan inflasi.
Walaupun Kanada diuntungkan oleh pengecualian dagang yang menguntungkan di bawah langkah tarif terbaru Amerika Serikat, Loonie tetap tertahan dekat level terendah belakangan ini. Bank of Canada kini menghadapi dilema kebijakan yang sulit: mengelola dampak inflasi dari kenaikan harga energi sekaligus menopang perekonomian domestik yang semakin rapuh.