Harga kakao kembali naik tipis ke atas $3.000 per ton, rebound dari level terendah akhir Februari di $2.888 per ton—level terlemah dalam hampir tiga tahun. Pemulihan ini terutama didorong oleh aksi beli teknikal, bukan oleh perubahan fundamental di pasar, yang masih ditandai dengan pasokan berlimpah dan permintaan yang lesu.
Kondisi cuaca yang mendukung telah memperbaiki prospek produksi di negara-negara produsen utama di Afrika Barat, khususnya Pantai Gading dan Ghana, sementara produksi di Amerika Selatan—terutama di Ekuador—juga meningkat. Pada 27 Februari, Hedgepoint Global Markets merevisi prospeknya, memproyeksikan surplus global sebesar 365.000 ton untuk musim 2025/26. Perusahaan tersebut kini memperkirakan produksi sebesar 1,78 juta ton di Pantai Gading, 650.000 ton di Ghana, dan 615.000 ton di Ekuador.
Pada saat yang sama, ICCO meningkatkan proyeksi surplus untuk 2024/25 dari 49.000 menjadi 75.000 ton, dengan alasan pemulihan produksi yang lebih cepat dari perkiraan. Produksi global untuk 2024/25 kini diperkirakan mencapai 4,728 juta ton, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,698 juta ton dan 8,4% lebih tinggi dibandingkan 4,362 juta ton yang tercatat pada 2023/24.