Indeks Nikkei 225 melemah 1,8% ke bawah 52.700 pada hari Jumat, sementara indeks yang lebih luas, Topix, turun 0,9% ke 3.610, memperpanjang penurunan pada sesi sebelumnya. Pelemahan tersebut sejalan dengan aksi jual tajam di Wall Street, karena investor semakin meragukan kemajuan negosiasi untuk mengakhiri perang yang melibatkan Iran.
Sentimen pasar semakin terguncang oleh laporan bahwa AS mempertimbangkan untuk mengerahkan hingga 10.000 tambahan pasukan darat ke Timur Tengah. Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump memperpanjang selama 10 hari tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan tambahan.
Pelaku pasar tetap berhati-hati di tengah berbagai tajuk berita yang saling bertentangan dari kawasan tersebut. Kenaikan harga minyak yang tinggi menambah kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Saham teknologi dan terkait AI memimpin penurunan, dengan pelemahan mencolok pada Kioxia Holdings (-7,1%), Fujikura (-4,7%), Advantest (-5,1%), Disco Corp (-3,5%), dan Tokyo Electron (-4,4%).