NZX 50 naik 132 poin, atau 1,0%, dan ditutup di level 13.496 pada hari Jumat, sepenuhnya menghapus penurunan pada sesi sebelumnya. Indeks acuan tersebut mencapai level tertinggi sejak 6 Maret, didukung oleh penguatan di sektor consumer staples, consumer discretionary, utilitas, dan keuangan. Pergerakan ini sejalan dengan kenaikan semalam di Wall Street, di mana optimisme atas kesepakatan damai AS–Iran membantu mengimbangi kekhawatiran mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini.
Data domestik juga menopang sentimen. Pertumbuhan PDB Selandia Baru meningkat menjadi 0,8% secara kuartalan pada kuartal I, sementara pertumbuhan tahunan tetap stabil di 1,5%. Namun, data perdagangan terbaru membatasi penguatan tersebut: surplus perdagangan Selandia Baru menyempit pada Mei dibandingkan setahun sebelumnya, karena ekspor naik lebih kecil dibandingkan impor.
Di antara saham-saham individual, A2 Milk melesat 8,4% setelah UBS menaikkan rekomendasinya menjadi “Buy” dari “Neutral” dengan dasar valuasi. Pencetak kenaikan menonjol lainnya termasuk Hallenstein Glasson (naik 3,0%), Ebos Group (1,9%), Infratil (1,8%), Colonial Motor (1,7%), dan Contact Energy (1,6%). Secara mingguan, NZX 50 menguat 2,2%, menandai kenaikan mingguan kedua berturut-turut.