Harga minyak mentah stabil di kisaran $74 per barel pada hari Selasa seiring para pelaku pasar memantau perkembangan penyelesaian konflik yang melibatkan Iran. Kesepakatan damai sementara telah mendorong harga turun sekitar 40% dari puncaknya, dan pembebasan sanksi (waiver) baru selama 60 hari dari AS kini memungkinkan pembeli global, termasuk kilang-kilang Amerika, untuk membeli minyak mentah dan produk olahan Iran.
Baik Washington maupun Teheran melaporkan pembicaraan yang konstruktif di Swiss dan sepakat membentuk empat kelompok kerja yang berfokus pada isu nuklir dan sanksi. Namun, perbedaan penting tetap ada. Teheran, misalnya, menentang klaim AS bahwa para inspektur nuklir internasional akan segera kembali.
Pada saat yang sama, pasokan dari Teluk Persia meningkat. Kuwait dan Uni Emirat Arab telah menemukan cara alternatif pengiriman, dan Iran telah mengekspor lebih dari 30 juta barel selama sepekan terakhir. Meski begitu, prospek jangka panjang bagi stabilitas pasar sangat bergantung pada perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran, keberlanjutan gencatan senjata Israel–Hezbollah di Lebanon, serta pembukaan kembali secara aman Selat Hormuz yang sangat strategis.