FX.co ★ Kesepakatan Minyak dan Gas Terbesar pada Abad ke-21
Kesepakatan Minyak dan Gas Terbesar pada Abad ke-21
Chevron
Pemimpin tak terbantahkan dalam urusan akuisisi di sektor energi adalah raksasa asal AS, Chevron. Pada Juli 2025, perusahaan ini mengakuisisi Hess senilai 53 miliar dolar AS, setelah memenangkan pertarungan hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya melawan rival yang lebih besar, Exxon Mobil, demi mengakses salah satu ladang minyak terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Langkah agresif Chevron dimulai pada 2001, ketika mengakuisisi Texaco senilai 39,5 miliar dolar AS, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perusahaan energi teratas dunia.

Diamondback Energy
Pemain penting lain di industri minyak dan gas adalah Diamondback Energy. Pada 2024, perusahaan ini menandatangani perjanjian akuisisi dengan rivalnya, Endeavor Energy Partners, senilai 26 miliar dolar AS dalam bentuk kombinasi tunai dan saham. Kesepakatan ini secara signifikan memperkuat posisi Diamondback di Cekungan Permian, salah satu wilayah serpih paling produktif dan diincar di Amerika Serikat.

ConocoPhillips
Perusahaan ini lahir dari merger besar pada 2002, ketika pemegang saham Conoco dan Phillips Petroleum, bersama Komisi Perdagangan Federal AS, menyetujui kesepakatan senilai 18 miliar dolar AS yang membentuk produsen minyak terbesar ketiga di AS. Pada 2006, ConocoPhillips memperluas cakupannya dengan mengakuisisi Burlington Resources senilai 35,6 miliar dolar AS untuk mendapatkan akses ke ladang gas alam produktif di Amerika Utara. Kemudian, pada 2020, perusahaan ini kembali menarik perhatian dengan mengakuisisi Concho Resources senilai 9,7 miliar dolar AS, yang menjadi akuisisi terbesar di sektor serpih saat itu.

Exxon Mobil
Raksasa global lainnya dalam sektor minyak dan gas adalah Exxon Mobil. Perusahaan ini telah beberapa kali melakukan transaksi besar. Pada 2010, Exxon Mobil mengakuisisi XTO Energy senilai 30 miliar dolar AS dalam bentuk saham, mengukuhkan posisinya sebagai produsen gas alam terbesar di AS. Pada 2023, Exxon Mobil mengumumkan akuisisi seluruh saham Pioneer Natural Resources senilai 59,5 miliar dolar AS. Kesepakatan besar ini menjadikannya operator utama di ladang minyak terbesar di Amerika Serikat.

Equinor dan Aker BP
Sektor energi Norwegia juga mencatat sejumlah transaksi besar dalam industri ini. Merger semacam itu sering kali melahirkan raksasa korporasi baru. Pada 2007, perusahaan minyak Norwegia Statoil mengakuisisi aset minyak dan gas milik Norsk Hydro senilai 30 miliar dolar AS. Hasilnya, terbentuk perusahaan energi besar baru, Equinor. Pada 2021, perusahaan Norwegia lainnya, Aker BP, mengakuisisi Lundin Energy asal Swedia dalam kesepakatan tunai dan saham senilai 13,9 miliar dolar AS, sehingga melahirkan perusahaan minyak terbesar kedua di Norwegia.
